{"id":19159,"date":"2024-12-20T11:19:45","date_gmt":"2024-12-20T04:19:45","guid":{"rendered":"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/?p=19159"},"modified":"2025-01-10T11:33:06","modified_gmt":"2025-01-10T04:33:06","slug":"muhasabah-menyongsong-pergantian-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/?p=19159","title":{"rendered":"Muhasabah Menyongsong Pergantian Tahun"},"content":{"rendered":"<p><em>Jamaah Jumat Yang berbahagia.<\/em><\/p>\n<p>Beberapa hari lagi kita akan menemui pergantian tahun, artinya kita telah banyak menikmati nikmat Allah dalam hidup kita. Tanpa dapat disangkal setiap bertambahnya tahun dalam hidup kita, secara otomatis kita telah banyak menikmati nikmat Allah. Spertanyaanya, apakah kita juga berfikir sebarapa banyak pula ibadah yang kita lakukan dalam hidup kita, padahal kita adalah mahluk yang diciptakan Allah untuk beribadah padanya.<\/p>\n<p>\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u0651\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0627\u0650\u0646\u0652\u0633\u064e \u0627\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f\u0648\u0652\u0646\u0650<\/p>\n<p>Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (QS. Az-Zariyat 56)<\/p>\n<p>Menyadari akan tujuan manusia diciptakan adalah hal yang dapat mendorong diri untuk selalu bermuhasabah. Secara etimologi, muhasabah adalah bentuk masdar dari kata \u062d\u064e\u0633\u064e\u0628\u064e \u064a\u064e\u062d\u0652\u0633\u0650\u0628\u064f\u00a0 \u062d\u064e\u0633\u0652\u0628\u064b\u0627 yang berarti menghitung.\u00a0Sedangkan menurut Ahmad Warson Munawir kamus Al-Munawir,\u00a0muhasabah adalah perhitungan atau introspeksi. Selanjutnya muhasabah menurut terminology adalah adalah salah satu cara evaluasi dan membersihkan diri sendiri dari kesalahan-kesalahan yang mungkin telah diperbuat. Muhasabah dapat pula diartikan sebagai mengamati sikap, sifat dan perbuatan diri sendiri untuk melihat mana yang buruk kemudin diikuti menghilangkan keburukan, dan menggantikanya dengan yang sikap, sifat dan perbuatan yang baik sesuai ajaran quran dan hadist. Allah bersabda.<\/p>\n<p>\u064a\u0670\u0653\u0627\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0670\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064e \u0648\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e\u0646\u0652\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064c \u0645\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0645\u064e\u062a\u0652 \u0644\u0650\u063a\u064e\u062f\u064d\u06da \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064e \u06d7\u0627\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064e \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0652\u0631\u064c \u06e2\u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e<\/p>\n<p>Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha meneteliti terhadap apa yang kamu kerjakan.( QS. al Hasyer 18).<\/p>\n<p>Dalam ayat ini jelas, Allah memerintahkan kita untuk memperhatikan apa yang kita perbuat dalam hidup kita, dengan memperhatikan apa yang kita telah perbuat, niscaya kita akan lebih hati-hati, memilah dan memilih mana sifat, ucapan dan perbuatan yang bermanfaat untuk akhirat kita, mana pula sifat, ucapan dan perbuatan yang tidak bermanfaat untuk akhirat kita.<\/p>\n<p><strong>Kaum Muslimin Yang Dirahmati Allah.<\/strong><\/p>\n<p>Dalam ajaran agama islam seorang muslim tidak hanya diperintahkan beribadah dan beramal saja, tapi juga diperintahkan untuk memperbaiki amalnya dengan cara ikhlas dan menjalankan sunnah di dalam setiap ibadah dan perilakunya. Untuk mencapai kesempurnaan ibadah tersebut, maka peting sekali untuk mengintropeksi diri agar kelak ketika di akhirat amal-amal yang kita lakukan berkualitas dan menjadi sebab keridhaan Allah kepada kita. Sebab hanya orang-orang yang memiliki amal ibadah untuk mendapatkan ridha Allah lah mereka memiliki wajah yang berseri-seri di akhirat nanti.<\/p>\n<p>\u0648\u064f\u062c\u064f\u0648\u0647\u064c \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0626\u0650\u0630\u064d \u0646\u064e\u0627\u0639\u0650\u0645\u064e\u0629\u064c\u25cb\u00a0\u0644\u0650\u0633\u064e\u0639\u0652\u064a\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0627\u0636\u0650\u064a\u064e\u0629\u064c\u25cb\u00a0\u0641\u0650\u064a \u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0629\u064d \u0639\u064e\u0627\u0644\u0650\u064a\u064e\u0629\u064d\u25cb<\/p>\n<p>Banyak muka pada hari itu berseri-seri, merasa senang karena usahanya. dalam surga yang tinggi. (<em>QS. Al Ghasyiyah ayat\u00a08-10)<\/em><\/p>\n<p><em>Jamaah Jumat rahimakumullah.<\/em><\/p>\n<p>Nabi mengisyaratkan pada kita bahwa orang yang bermuhasabah adalah orang yang cerdas, sebaliknya orang cukup dengan amalnya, seolah amalnya adalah segalanya adalah orang yang bodoh.<\/p>\n<p>\u0627\u0644\u0643\u064e\u064a\u0651\u0650\u0633 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u062f\u064e\u0627\u0646\u064e \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064e\u0647\u064f\u060c \u0648\u064e\u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e \u0644\u0650\u0645\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u0648\u0652\u062a\u0650\u060c \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u062c\u0650\u0632\u064f \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062a\u0652\u0628\u064e\u0639\u064e \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064e\u0647 \u0647\u064e\u0648\u0627\u0647\u064e\u0627\u060c \u0648\u062a\u0645\u064e\u0646\u0651\u064e\u0649 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650.\u00a0\u0631\u0648\u0627\u0647 \u0627\u0644\u062a\u0651\u0650\u0631\u0652\u0645\u0650\u0630\u064a\u0651\u064f<\/p>\n<p>Orang yang cerdas adalah orang yang menyiapkan dirinya dan beramal untuk hari setelah kematian. Sedangkan orang yang bodoh adalah orang yang jiwanya selalu mengikuti hawa nafsunya dan hanya berangan-angan kepada Allah. (HR. at Tirmidzi)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Kaum muslimin jamaah Jum\u2019at rahimakumullah<\/em><\/p>\n<p>Ulama-ulama kita mengajarkan kepada kita bagaimana agar kita terdorong melakukan muhasabah diri. Upaya muhasabah diri adalah upaya yang tidak \u2018sekonnyong-konyong\u2019 ada pada diri seseorang. Deperlukan sikap rendah hati dan juga merasa belum suci, maka dari itu jiwa-jiwa yang merasa sudah memiliki amal, mencukupkan terhadap amal yang diperbuatnya dan merasa suci diri, maka orang seperti ini sulit untuk bermuhasabah diri. Sebaiknya jika diri telah merasa kotor, meski telah banyak melakukan perintah dan mejauhi larangan Allah, maka jiwa seperti inilah akan mudah melakukan muhasabah diri, ia akan memperbaiki dirinya, memanfaatkan waktu-waktunya, menghitung berapa waktu ia meninggalkan Allah dan tidak mengingat Allah dalam hati dan fikiranya. Dan menghitung berapa umur yang ia siakan untuk lebih banyak mengejar dunianya tanpa memperhatikan akhiratnya. Setelah merasa kurang ia akan melakukan amal sebanyak-banyaknya demi akhirantnya.<\/p>\n<p>Sebuah cerita tentang seorang Wali bernaman Fudail Bin Iyadh, suatu ketika Syeikh Fudail berjalan jalan-jalan bersama dengan murid-muridnya, saat itu beliau dan muridnya bertemu dengan seorang lelaki yang sudah sangat tua, Syeikh Fudail bertanya kepada lelaki itu &#8220;Berapa umurmu?\u201d Lelaki \u00a0itu menjawab \u201cEnam puluh tahun\u201d, \u00a0Syeikh Fudail bertanya kembali \u201cJadi selama enam puluh tahun kamu telah berjalan menuju Tuhan dan kamu akan segera tiba\u201d Lelaki itu menanggapi \u201c Kita adalah milik Allah dan kepada-Nya kita akan kembali \u201d. Syeikh Fudail bertanya kembali \u201cWahai saudaraku, tahukah kamu artinya?\u201d Laki-laki itu menjawab \u201cYa, aku tahu bahwa aku adalah milik Allah sebagai hamba, dan kepada-Nya aku akan kembali\u201d. Mendengar jawaban lelaki itu Syeikh Fudail berkata pada murid-muridnya \u201cWahai saudaraku, barang siapa yang mengetahui bahwa ia adalah hamba Allah dan bahwa dia akan kembali kepada-Nya, maka ketahuilah bahwa ia ditahan dalam kekuasaan Allah, dan siapa pun yang mengetahui bahwa ia ditahan dalam kekuasaan Allah, maka ia harus bertanggung jawab atas sifat, ucapan dan perbuatanya, biarkan ia bersiap untuk pertanyaan apa yang ia pernah perbuat sebagai suatu jawaban\u201d.<\/p>\n<p>Dari cerita singkat ini, kita dapat mengambil keseimpulan bahwa memperhatikan umur adalah salah satu hal yang dapat digunakan sebagai muhasabah diri. Memperhatikan umur berarti kita sedang menunggu kapan malaikat akan mencabut nyawa kita. Merasa semakin hari semakin habis umur kita, maka perasaan tersebut akan mendorong kita untuk beramal yang baik dan banyak guna bekal di akhirat kelak.<\/p>\n<p>Umur yang baik adalah umur yang panjang dan digunakan sebagai ibadah untuk mendapat amal yang sholih, sebaliknya umur yang buruk dan jelek adalah, umur yang panjang masanya namun tidak digunakan sebagai ibadah. Dalam sebuah hadits disebutkan.<\/p>\n<p>\u0639\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0628\u0652\u062f\u0650 \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0628\u0652\u0646\u0650 \u0623\u064e\u0628\u0650\u0649 \u0628\u064e\u0643\u0652\u0631\u064e\u0629\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u0627\u064b \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0623\u064e\u0649\u0651\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u00a0 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0637\u064e\u0627\u0644\u064e \u0639\u064f\u0645\u064f\u0631\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u062d\u064e\u0633\u064f\u0646\u064e \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f\u00a0 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0641\u064e\u0623\u064e\u0649\u0651\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0634\u064e\u0631\u0651\u064c \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e\u00a0 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0637\u064e\u0627\u0644\u064e \u0639\u064f\u0645\u064f\u0631\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0633\u064e\u0627\u0621\u064e \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f<\/p>\n<p>Dari Abdurrahman bin Abu Bakrah, dari bapaknya, bahwa seorang laki-laki berkata, \u201cWahai Ras\u00fblull\u00e2h, siapakah manusia yang terbaik?\u201d Beliau menjawab, \u201cOrang yang panjang umurnya dan baik amalnya\u201d. Dia bertanya lagi, \u201cLalu siapakah orang yang terburuk?\u201d Beliau menjawab, \u201cOrang yang berumur panjang dan buruk amalnya. (HR. at Tirmidzi)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Jamaah Jum\u2019at yang berbahagiah<\/em><\/p>\n<p>Kita sering mengira bahwa bergantinya tahun, maka semakin banyak nikmat yang kita dapat dalam setiap tahunnya. Pada hakikatnya, bergantinya tahun merupakan momen berkurangya nikmat hidup di dunia dan dekatnya tanggung jawab di hadapan Allah kelak di akhirat. Anggapan bahwa hidup di dunia seolah selamanya adalah tipu daya semata, oleh karen itu \u00a0Rasulallah mengingatkan pada kita.<\/p>\n<p>\u0643\u064f\u0646\u0652 \u0641\u064a \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u0627 \u0643\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u063a\u0631\u064a\u0628\u064c\u060c \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0639\u064e\u0627\u0628\u0650\u0631\u064f \u0633\u0628\u064a\u0644\u064d<\/p>\n<p>Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan orang asing, atau orang yang sekadar melewati jalan (HR.Bukhori)<\/p>\n<p>Merasa hidup di dunia seperti orang asing berarti kita harus selalu berhati-hati dengan siapapun dan dengan apapun yang kita miliki, sebab jika tidak berhati-hati kita akan pulang kerumah tidak membawa apa-apa, bahkan dapat mati percuma. Akhirat adalah tempat pulang kita, maka dunia ini hanya sementara, sehingga meraslah berhati-hati sebagai orang asing dan musafir yang bepergian untuk kembali ke akhirat adalah prilaku yang harus dilakukan. Dan berusaha melakukan amal yang baik untuk akhirat adalah pilihan yang tepat, sebagaimana Rasulullah mengingatkan pada kita.<\/p>\n<p>\u0627\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u0652 \u0644\u0650\u062f\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627\u0643\u064e \u0643\u064e\u0623\u0646\u0651\u064e\u0643 \u062a\u064e\u0639\u0650\u064a\u0634\u064f \u0623\u0628\u064e\u062f\u064b\u0627\u060c \u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u0652 \u0644\u0650\u0622\u062e\u0650\u0631\u064e\u062a\u0650\u0643\u064e \u0643\u064e\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u062a\u064e\u0645\u064f\u0648\u0652\u062a\u064f \u063a\u064e\u062f\u064b\u0627<\/p>\n<p>Beramalah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya. Dan beramalah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok pagi.(HR. Ibnu Umar)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dunia ini adalah ladang akhirat, maka sebaiknya apa yang kita usahakan di dunia kita tidak terlepas dari tujuan akhirat yang lebih kekal. Berkerja sekeras untuk kehidupan dunia lalu kemudian bersukur kepada Allah dan menggunakan hasil kerja keras tersebut untuk mendekat diri kepa Allah. Dan\u00a0 beramalah untuk kahirat sebanyak-banyaknya seolah tidak ada waktu lagi untuk beramal, agar yang kita amalkan untuk akhirat dapat dilakukan dengan maksimal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jamaah Jum\u2019at rahimakumuullah.<\/p>\n<p>Ketahuilah semakin bertambah umur kita, semakin banyak pula tanggung jawab yang akan diminta kelak di akhirat. Olehnya mari kita tingkatkan ketakwaan kita, juga sulam kembali apa-apa yang telah hilang dalam kehidupan kita, agar kelak kita dapat menghadap Allah dengan wajah yang berseri-seri, karena menghadap Allah dengan membawa rahmat dan ridha Allah.<\/p>\n<p>Sekeleumit dari khutbah singkat ini, mudah mudahan kita dapat mengambil manfaat darinya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jamaah Jumat Yang berbahagia. Beberapa hari lagi kita akan menemui pergantian tahun, artinya kita telah banyak menikmati nikmat Allah dalam hidup kita. Tanpa dapat disangkal setiap bertambahnya tahun dalam hidup kita, secara otomatis kita telah banyak menikmati nikmat Allah. Spertanyaanya, &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[75],"tags":[],"class_list":["post-19159","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-khutbah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Muhasabah Menyongsong Pergantian Tahun - Masjid Ash-shiddiq UNU Purwokerto<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/?p=19159\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Muhasabah Menyongsong Pergantian Tahun - Masjid Ash-shiddiq UNU Purwokerto\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jamaah Jumat Yang berbahagia. Beberapa hari lagi kita akan menemui pergantian tahun, artinya kita telah banyak menikmati nikmat Allah dalam hidup kita. Tanpa dapat disangkal setiap bertambahnya tahun dalam hidup kita, secara otomatis kita telah banyak menikmati nikmat Allah. Spertanyaanya, &hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/?p=19159\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Masjid Ash-shiddiq UNU Purwokerto\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-12-20T04:19:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-01-10T04:33:06+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"support\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"support\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/?p=19159\",\"url\":\"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/?p=19159\",\"name\":\"Muhasabah Menyongsong Pergantian Tahun - Masjid Ash-shiddiq UNU Purwokerto\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-12-20T04:19:45+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-10T04:33:06+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/#\/schema\/person\/72713ca47df0471c4dcacb81e2761c18\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/?p=19159#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/?p=19159\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/?p=19159#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Muhasabah Menyongsong Pergantian Tahun\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/\",\"name\":\"Masjid Ash-shiddiq UNU Purwokerto\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/#\/schema\/person\/72713ca47df0471c4dcacb81e2761c18\",\"name\":\"support\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/54677650b8b2d4917b215c638da844a11c3dcf078427e3b109c45dfba7736dea?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/54677650b8b2d4917b215c638da844a11c3dcf078427e3b109c45dfba7736dea?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"support\"},\"url\":\"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/?author=5\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Muhasabah Menyongsong Pergantian Tahun - Masjid Ash-shiddiq UNU Purwokerto","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/?p=19159","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Muhasabah Menyongsong Pergantian Tahun - Masjid Ash-shiddiq UNU Purwokerto","og_description":"Jamaah Jumat Yang berbahagia. Beberapa hari lagi kita akan menemui pergantian tahun, artinya kita telah banyak menikmati nikmat Allah dalam hidup kita. Tanpa dapat disangkal setiap bertambahnya tahun dalam hidup kita, secara otomatis kita telah banyak menikmati nikmat Allah. Spertanyaanya, &hellip;","og_url":"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/?p=19159","og_site_name":"Masjid Ash-shiddiq UNU Purwokerto","article_published_time":"2024-12-20T04:19:45+00:00","article_modified_time":"2025-01-10T04:33:06+00:00","author":"support","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"support","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/?p=19159","url":"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/?p=19159","name":"Muhasabah Menyongsong Pergantian Tahun - Masjid Ash-shiddiq UNU Purwokerto","isPartOf":{"@id":"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/#website"},"datePublished":"2024-12-20T04:19:45+00:00","dateModified":"2025-01-10T04:33:06+00:00","author":{"@id":"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/#\/schema\/person\/72713ca47df0471c4dcacb81e2761c18"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/?p=19159#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/?p=19159"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/?p=19159#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Muhasabah Menyongsong Pergantian Tahun"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/#website","url":"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/","name":"Masjid Ash-shiddiq UNU Purwokerto","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/#\/schema\/person\/72713ca47df0471c4dcacb81e2761c18","name":"support","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/54677650b8b2d4917b215c638da844a11c3dcf078427e3b109c45dfba7736dea?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/54677650b8b2d4917b215c638da844a11c3dcf078427e3b109c45dfba7736dea?s=96&d=mm&r=g","caption":"support"},"url":"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/?author=5"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19159","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=19159"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19159\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19164,"href":"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19159\/revisions\/19164"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=19159"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=19159"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidash-shiddiq.unupurwokerto.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=19159"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}